JATIMTIMES - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa dalam Islam. Selain identik dengan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga termasuk empat bulan mulia atau asyhurul hurum yang disebut dalam Al-Qur'an.
Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Bahkan, sejumlah amalan memiliki keutamaan khusus yang tidak ditemukan di bulan lainnya.
Baca Juga : Juni 2026 Ada Long Weekend? Ini Daftar Lengkap Tanggal Merahnya
Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam kitab Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa amal ketaatan pada bulan haram akan mendapatkan pahala lebih besar. Sebaliknya, kemaksiatan juga memiliki dosa yang lebih berat.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menghidupkan hari-hari awal Dzulhijjah dengan berbagai ibadah. Berikut tujuh amalan bulan Dzulhijjah lengkap dengan dalil dan keutamaannya.
1. Puasa 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Salah satu amalan yang dianjurkan ialah berpuasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِىِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ
Artinya:
"Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw bersabda: 'Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).'" (HR Bukhari).
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan hadis ini menjadi dasar disunnahkannya puasa pada awal Dzulhijjah.
2. Menghidupkan Malam Dzulhijjah
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah malam pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Hadis riwayat Imam Tirmidzi menyebut:
ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة
Artinya:
"Sepuluh hari pertama dalam Dzulhijjah merupakan hari yang sangat disenangi oleh Allah."
Karena itu, malam-malam Dzulhijjah dianjurkan diisi dengan salat malam, membaca Al-Qur'an, doa, dan zikir.
3. Memperbanyak Zikir dan Takbir
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak tahlil, tahmid, takbir, dan tasbih.
Rasulullah SAW bersabda:
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
Artinya:
"Perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid pada hari-hari tersebut." (HR Ahmad).
Zikir menjadi salah satu amalan ringan namun memiliki keutamaan besar pada awal Dzulhijjah.
4. Memperbanyak Amal Saleh
Segala bentuk amal saleh dianjurkan diperbanyak pada bulan ini, mulai dari sedekah, membantu sesama, membaca Al-Qur'an, hingga menjaga silaturahmi.
Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga : Penjualan Hewan Kurban di Kota Batu Masih Lesu, Pedagang Diliputi Kekhawatiran Merugi
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام
Artinya:
"Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding hari-hari ini." (HR Ahmad).
Ibnu Abbas menjelaskan amal saleh dalam hadis tersebut mencakup seluruh bentuk kebaikan.
5. Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Puasa ini termasuk amalan sunnah yang dianjurkan ulama.
Al-Qarafi dalam kitab Adz-Dzakhirah menjelaskan bahwa puasa Tarwiyah memiliki keutamaan besar dan disamakan dengan puasa setahun dalam sejumlah riwayat.
6. Puasa Arafah
Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.
Keutamaannya sangat besar karena dapat menghapus dosa dua tahun.
Rasulullah SAW bersabda:
يكفر السنة الماضية والباقية
Artinya:
"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim).
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
7. Menunaikan Ibadah Haji
Ibadah paling utama pada bulan Dzulhijjah adalah menunaikan haji bagi yang mampu.
Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa haji menjadi amalan paling istimewa pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah karena memang dikhususkan berlangsung pada waktu tersebut.
Selain menjadi rukun Islam kelima, ibadah haji juga menjadi bentuk penghambaan dan pengorbanan yang sangat besar kepada Allah SWT.
Demikian 7 amalan, lengkap dengan dalil keutamaan Bulan Dzulhijjah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
