Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Lapas Lamongan Gandeng SPPG Keduyung, Pasok Hasil Tanam Selada untuk Kebutuhan MBG

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Jun - 2026, 16:38

Placeholder
Selada hasil tanam warga binaan Lapas II-B Lamongan yang dipasok ke SPPG Keduyung untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis

JATIMTIMES – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan terus menunjukkan kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung, Kecamatan Laren, Lamongan, dalam penyediaan komoditas selada segar hasil budidaya warga binaan.

Baca Juga : Fakultas Humaniora UIN Maliki Malang Buka I-SMASH 2026, Mahasiswa Berpeluang Belajar dan Magang di 10 Negara

Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Heri Sulistyo, mengatakan hasil pertanian yang dikelola warga binaan kini mulai disalurkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan bahan baku SPPG Keduyung di Kabupaten Lamongan.

“Melalui program ketahanan pangan yang kami jalankan, selada hasil budidaya warga binaan sudah dapat dipanen dan disalurkan kepada mitra SPPG Keduyung guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Heri, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian dari upaya optimalisasi lahan produktif yang dimiliki lapas. Selain menanam berbagai komoditas hortikultura, Lapas Lamongan juga mengembangkan budidaya ikan patin serta pertanian padi melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

“Untuk budidaya ikan patin, kami telah berhasil melaksanakan panen sebanyak dua kali. Sementara untuk kebutuhan dapur lapas, sebagian sudah memanfaatkan hasil panen kangkung premium yang dibudidayakan warga binaan,” jelasnya.

Heri menegaskan, program agro-pangan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan ketahanan pangan daerah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan agar memiliki keterampilan produktif setelah kembali ke masyarakat.

Selain itu, Lapas Lamongan juga mengembangkan pertanian padi melalui kerja sama dengan pihak ketiga menggunakan sistem bagi hasil. Saat ini, pihaknya tengah melakukan uji coba budidaya melon dan merencanakan pembangunan keramba khusus untuk pengembangan budidaya ikan lele.

Dengan potensi lahan yang tersedia, Heri membuka peluang kerja sama bagi investor maupun pihak ketiga yang ingin berkolaborasi mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di lingkungan lapas.

“Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas. Tentu masih ada tantangan, seperti fluktuasi harga komoditas dan distribusi hasil perikanan, namun hal itu terus kami carikan solusi bersama,” katanya.

Sementara itu, perwakilan SPPG Keduyung, Elan Mahardika, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Lapas Lamongan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan bahan baku pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak sosial melalui pemberdayaan warga binaan.

Baca Juga : Wali Kota Malang: Pancasila Harus Jadi Fondasi Setiap Kebijakan Pemerintah

Selama ini, SPPG Keduyung aktif menggandeng berbagai elemen lokal, termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk memastikan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Menariknya, kerja sama tersebut berawal dari unggahan produk pertanian di akun media sosial resmi Lapas Kelas IIB Lamongan. Elan mengaku tertarik setelah melihat kualitas selada yang dipublikasikan dan kemudian memutuskan untuk melakukan kunjungan langsung.

“Awalnya saya mengetahui potensi pertanian Lapas Lamongan dari unggahan di Instagram. Setelah berkunjung, kami melihat langsung hasil budidaya yang sangat potensial, mulai dari selada, kangkung hingga peternakan kambing. Potensi ini sangat strategis untuk mendukung kebutuhan bahan baku program yang kami jalankan,” ungkap Elan.

Ia menjelaskan, selada merupakan salah satu komoditas penting dalam penyusunan menu Program Makan Bergizi Gratis karena berfungsi sebagai pelengkap nutrisi sekaligus meningkatkan kualitas penyajian makanan.

“Selada menjadi kebutuhan rutin kami karena hampir selalu digunakan dalam setiap porsi makanan yang didistribusikan. Saat ini kami melayani sekitar 2.300 penerima manfaat sehingga kebutuhan pasokannya cukup besar dan harus tersedia secara berkelanjutan,” terangnya.

Untuk menjaga kontinuitas pasokan, SPPG Keduyung berencana melakukan pengambilan selada dari Lapas Lamongan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setiap periode distribusi. Adapun kebutuhan selada bersih.


Topik

Ekonomi Lapas Lamongan SPPG Keduyung Pasok SPPG Selada SPPG Kebutuhan MBG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Sri Kurnia Mahiruni