Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Mengapa Bazar Blitar Djadoel 2026 Wajib Dikunjungi? Menyusuri Lorong Waktu Sejarah dan Budaya

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

09 - Jul - 2026, 20:07

Placeholder
Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kota Blitar, unsur Forkopimda, Tenaga Ahli Kementerian UMKM, serta jajaran ASN Sekretariat Daerah Kota Blitar berfoto bersama di stan Sekretariat Daerah pada pembukaan Bazar Blitar Djadoel 2026 di Alun Alun Kota Blitar, Rabu (8/7/2026). Stan tersebut mengusung konsep tempo dulu sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif dan UMKM. (Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar kembali menghadirkan Bazar Blitar Djadoel 2026 sebagai ruang temu antara sejarah, budaya, dan ekonomi kerakyatan. 

Digelar di Alun Alun Kota Blitar pada 8 hingga 12 Juli 2026, event tahunan ini tidak sekadar menjadi bazar, melainkan menghadirkan pengalaman menyusuri lorong waktu yang membawa masyarakat menikmati wajah Blitar dari berbagai zaman, mulai era kerajaan, masa kolonial, pra kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan.

Baca Juga : Pemkot Batu Rapikan Kepesertaan JKN, Fokus untuk Desil 1-5

Pembukaan Bazar Blitar Djadoel 2026 pada Rabu (8/7/2026) dipimpin langsung Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perbankan, pelaku usaha, hingga ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Mas Ibin menegaskan bahwa Bazar Blitar Djadoel bukan hanya agenda hiburan tahunan, melainkan media untuk merawat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Bazar Blitar Djadoel bukan sekadar sebuah event, melainkan sebuah lorong waktu yang mengajak kita menengok, meresapi, dan merayakan kekayaan nilai nilai luhur masa lalu. Melalui arsitektur, kuliner tradisional, busana hingga seni pertunjukan rakyat, kita diajak kembali merasakan suasana Blitar tempo doeloe," ujar Mas Ibin.

Lorong Waktu yang Menghidupkan Sejarah

Ibin

Konsep Bazar Blitar Djadoel tahun ini tampil lebih kuat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Seluruh kawasan bazar didesain mengikuti perjalanan sejarah Kota Blitar sehingga pengunjung dapat menikmati suasana dari berbagai periode secara berurutan.

Mulai dari kawasan kuliner tempo dulu, pusat kerajinan, barang antik, panggung rakyat, bazar OPD dan UMKM, hingga berbagai perlombaan bertema budaya, semuanya dikemas dalam satu ruang interaktif.

Mas Ibin mengatakan, modernisasi tidak boleh membuat generasi muda tercerabut dari akar budayanya.

 "Kita boleh melangkah menuju masa depan yang serba digital, namun jati diri kita sebagai bangsa yang berbudaya, bergotong royong, dan berdikari secara ekonomi harus tetap tertanam kuat di dalam dada," katanya.

Wali Kota juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur sekolah untuk menikmati Blitar Djadoel sebagai alternatif destinasi wisata keluarga.

Menurutnya, konsep tahun ini dibuat lebih natural dengan menggunakan ornamen dan tenda bernuansa jadul sehingga suasana tempo dulu terasa lebih hidup.

 "Konsep Blitar Djadoel kali ini lebih natural daripada sebelumnya. Ada zona kerajaan, pra kemerdekaan, kolonial, sampai pasca kemerdekaan. Jadi masyarakat benar benar seperti berjalan dari masa ke masa," ujar Mas Ibin.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Panggung Utama

Ibin

Selain menghadirkan nuansa sejarah, Pemerintah Kota Blitar menjadikan Bazar Blitar Djadoel sebagai panggung utama bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar Parminto menjelaskan, Kota Blitar memiliki kekayaan sejarah yang dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Menurutnya, konsep perjalanan waktu dipilih agar sejarah, budaya, dan karya lokal dapat menyatu dalam satu ruang interaktif yang dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Bazar Blitar Djadoel diharapkan menjadi wahana nostalgia bagi generasi tua, hiburan bagi generasi muda, sekaligus sarana edukasi bagi generasi penerus Kota Blitar. Event ini juga menjadi wadah bagi seniman, pelaku usaha, UMKM, dan ekonomi kreatif sehingga seluruh potensi masyarakat dapat berkembang bersama," ujar Parminto.

Baca Juga : Malang Berangkatkan Mahasiswa KKM Gelombang II 2026, Fokus Dorong Pemberdayaan Desa

Ia menjelaskan, terdapat tujuh tujuan utama penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel 2026, yakni mengajak masyarakat bernostalgia terhadap Blitar tempo dulu, menjadi media edukasi sejarah bagi pelajar, mempromosikan industri kecil dan menengah, memperkuat UMKM, menciptakan destinasi wisata baru, melestarikan tradisi dan budaya, serta memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota nasionalisme dan patriotisme berbasis sejarah.

Selama lima hari pelaksanaan, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, permainan rakyat, lomba mewarnai, lomba busana tradisional, pameran barang antik, bazar kuliner legendaris, pertunjukan musik, fotografi, hingga parade sepeda onthel dan jalan sehat.

Didukung Pemerintah Pusat, Jadi Inspirasi Nasional

Jadul

Konsep yang diusung Pemerintah Kota Blitar juga mendapat apresiasi dari Tenaga Ahli Menteri UMKM Hendri Budi Prasetyo.

Ia menilai Bazar Blitar Djadoel layak menjadi inspirasi bagi daerah lain karena mampu memadukan pelestarian budaya dengan penguatan ekonomi lokal.

"Bazar Blitar Djadoel ini menjadi inspirasi bagi daerah lain. Konsep Pak Wali sangat menarik karena ekonomi daerah diputar di dalam daerah. Dalam situasi ekonomi saat ini, masyarakat memang membutuhkan perputaran ekonomi seperti ini," katanya.

Sementara itu, Mas Ibin optimistis rangkaian event budaya yang terus digelar akan memperkuat posisi Kota Blitar sebagai kota wisata yang hidup sepanjang hari.

Ia menyebut geliat ekonomi malam terus meningkat, ditandai semakin ramainya pusat kuliner dan ruang publik yang dipadati masyarakat.

"Kota Blitar sekarang sudah 24 jam, tidak tidur lagi. Banyak warung buka sampai malam dan masyarakat terus beraktivitas. Ke depan kami juga menyiapkan pembukaan kawasan wisata, termasuk Makam Bung Karno selama 24 jam," ujarnya.

Mas Ibin berharap Bazar Blitar Djadoel tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi etalase budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Kota Blitar yang dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional.

"Mari jelajahi lorong waktu Blitar tempo doeloe, nikmati kuliner legendaris, saksikan seni budaya, dan bela serta beli produk produk lokal kita," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Bazar Blitar Djadoel 2026 Pemkot Blitar



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan