JATIMTIMES – Kreativitas dalam mengemas pelayanan publik mengantarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Blitar meraih Juara I Stand Terbaik pada ajang Bazar Blitar Djadoel 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) kepada Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Wahyudi Eko Surono pada malam penutupan Bazar Blitar Djadoel di Alun-Alun Kota Blitar, Minggu (12/7/2026).
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsep stand yang mengusung tema Kerajaan Majapahit. Nuansa arsitektur dan busana tradisional dipadukan dengan layanan administrasi kependudukan modern, sehingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang datang berkunjung.
Baca Juga : Pimpinan DPRD Surabaya Hormati Keputusan Wali Kota Soal Mutasi Pejabat
Selain menjadi daya tarik visual, stand tersebut juga tetap menjalankan fungsi pelayanan publik. Selama lima hari pelaksanaan bazar, masyarakat dapat memanfaatkan layanan cetak KTP elektronik, pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga konsultasi administrasi kependudukan.
Pelayanan Modern dalam Balutan Nuansa Jadul

Kepala Dispendukcapil Kota Blitar Wahyudi Eko Surono mengatakan, konsep Kerajaan Majapahit dipilih agar selaras dengan tema besar Bazar Blitar Djadoel yang mengangkat sejarah dan budaya Kota Blitar.
"Untuk stand temanya jadul, yaitu mengusung suasana kerajaan. Kami menghadirkan pelayanan Dispendukcapil seolah berada pada zaman Kerajaan Majapahit. Tujuannya untuk menarik masyarakat, menampilkan wajah jadul, tetapi tetap mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Wahyudi.
Menurutnya, momentum Bazar Blitar Djadoel juga dimanfaatkan untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya transformasi layanan administrasi kependudukan, khususnya penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
"Melalui kegiatan ini kami juga mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat mengenai IKD sebagai bagian dari transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital," katanya.
Selama penyelenggaraan bazar pada 8–12 Juli 2026, stand Dispendukcapil terus melayani masyarakat sejak sore hingga malam hari.
Layani Puluhan Dokumen Kependudukan

Data pelayanan menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Selama lima hari penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel, mulai 8 hingga 12 Juli 2026, Dispendukcapil Kota Blitar mencatat 32 layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), 24 pencetakan KTP elektronik, 19 pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), serta 45 layanan konsultasi dan informasi administrasi kependudukan.
Layanan tersebut diberikan secara langsung di lokasi bazar sehingga masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Dispendukcapil.
Kehadiran layanan jemput bola ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, mudah, dan cepat diakses masyarakat.
Baca Juga : Kompor Gas Picu Kebakaran Rumah Lansia: Sempat Masak Air Lalu Ditinggal, Kerugian Rp50 Juta
Di sisi lain, desain stand yang mengusung nuansa Kerajaan Majapahit berhasil menarik perhatian pengunjung. Ornamen kayu bergaya klasik, petugas yang mengenakan busana tradisional, hingga suasana pelayanan bernuansa tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri di tengah ramainya Bazar Blitar Djadoel.
Konsep tersebut dinilai mampu memadukan pelestarian budaya dengan inovasi pelayanan publik sehingga layak meraih penghargaan sebagai stand terbaik.
Apresiasi untuk Inovasi Pelayanan Publik

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mengapresiasi inovasi Dispendukcapil Kota Blitar yang memadukan layanan administrasi kependudukan dengan konsep stand bertema Kerajaan Majapahit. Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat dikemas secara kreatif dan edukatif tanpa mengurangi kualitas maupun kemudahan layanan bagi masyarakat.
"Inilah yang kami harapkan. Pelayanan publik tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga kreatif, edukatif, serta mampu mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat," ujar Mas Ibin.
Sementara itu, Wahyudi menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Dispendukcapil Kota Blitar untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
"Kami juga akan mempercepat implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari modernisasi pelayanan publik di Kota Blitar," pungkas Wahyudi.
