JATIMTIMES - Sejumlah personel gabungan masih disiagakan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Masih disiagakannya para personel gabungan pada hari kelima tersebut akibat dampak dari adanya titik api susulan yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, titik api yang sempat kembali muncul di wilayah administratif Kabupaten Malang tersebut berada di jalur Jemplang menuju Watu Gede.
Baca Juga : Periksa 10.873 Orang, Dinkes Kota Malang Temukan 186 Positif HIV
"Sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede pada wilayah administrasi Kabupaten Malang. Namun telah berhasil dikondisikan kembali oleh tim darat, sehingga sudah tidak ada titik api lagi," ujar Sadono saat memberikan konfirmasinya terkait update penanganan kebakaran pada Sabtu, 8 Agustus 2026 malam.
Senada dengan pernyataan tersebut, Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menyebut, pantauan terkini karhutla di kawasan TNBTS pada hari kelima di wilayah Kabupaten Malang telah kondusif. "Kondisi di kawasan Blok Bantengan dan Lereng Cemoro Anget, Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang terpantau telah kondusif, tidak terlihat titik api," bebernya saat dikonfirmasi pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan petugas pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB menunjukkan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap di kawasan hutan di bawah Pos Jemplang. Kondisi serupa juga masih terpantau hingga pukul 08.00 WIB meskipun pada kawasan perbukitan terpantau diselimuti kabut.
Meski saat ini dilaporkan telah kondusif, namun sejumlah petugas gabungan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kembali munculnya titik api. "Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif, tidak terlihat titik api maupun asap. Namun personel tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih ada potensi kembali munculnya api," tuturnya.
Sementara itu, dijelaskan Budiono, dari hasil pemantauan sekitar pukul 12.00 WIB, masih terlihat kepulan asap di ujung timur kawasan hutan Pusung Ledok Bedor Blok B29 TNBTS. Namun lokasi tersebut berada di wilayah Kabupaten Lumajang.
"Selain pemantauan secara langsung, petugas juga mengecek kondisi di kawasan TNBTS melalui aplikasi Hotspot Map SIPONGI," ujarnya.
Hotspot Map SIPONGI ialah sistem peta digital interaktif berbasis web yang dikembangkan oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Aplikasi tersebut turut ditujukan untuk memantau sebaran hotspot atau titik panas maupun deteksi dini karhutla.
Dari hasil pemantauan tersebut, diketahui masih terdapat tiga titik kuning kategori medium di kawasan hutan TNBTS. Yakni yang berada di sekitar wilayah Semeru yang masuk kawasan Kabupaten Lumajang.
"Pemantauan dilakukan secara langsung maupun menggunakan sistem pemantauan hotspot. Hasilnya, kepulan asap yang masih terlihat tersebut berada di wilayah Kabupaten Lumajang. Sehingga petugas terus berkoordinasi dan akan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan, titik api mulai terpantau di kawasan kaldera Bromo pada Senin, 3 Agustus 2026. Titik api pada saat itu terpantau pertama kali pada kawasan Bantengan atau Bukit Jantur pada wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.
Baca Juga : Imigrasi Blitar Buka Layanan Paspor Akhir Pekan, Sediakan Kuota 50 Pemohon
Kebakaran hutan di kawasan TNBTS tersebut terus meluas dan bahkan hingga ke wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berdasarkan laporan terbaru yang disampaikan BPBD Kabupaten Malang, diperkirakan total luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai ratusan hektare.
Namun perlu diketahui, luas lahan yang terdampak kebakaran tersebut masih diperkirakan bisa bertambah. Mengingat, hingga kini proses pemadaman belum dinyatakan selesai. Sedangkan jenis vegetasi yang terdampak kebakaran hutan di kawasan TNBTS tersebut di antaranya meliputi cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar.
Pihak Balai Besar TNBTS juga telah melakukan penutupan sementara pada sejumlah pintu masuk kawasan wisata Bromo hingga batas waktu yang belum ditentukan selama penanganan kebakaran berlangsung. Di sisi lain, sedikitnya ada ratusan personel gabungan dari berbagai unsur yang terdata dan bergabung dalam operasi penanganan darurat kebakaran hutan pada kawasan Gunung Bromo tersebut.
Ratusan personel gabungan yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran itulah yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman dengan beragam metode. Salah satunya ialah dengan menggunakan helikopter water bombing yang berlangsung pada hari ini, Sabtu, 8 Agustus 2026.
"Berdasarkan data yang dihimpun, luas kawasan hutan yang terbakar khususnya di wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, diperkirakan mencapai sekitar empat hektare," terang Budiono.
Polres Malang bersama petugas terkait hingga saat ini juga masih menyiagakan personel gabungan di kawasan Blok Savana TNBTS. "Kondisi kawasan Jemplang hingga Sabtu siang masih dalam pemantauan. Petugas telah diminta untuk tetap waspada terhadap bara maupun titik api baru, mengingat kondisi angin dan vegetasi kering dapat kembali memicu kebakaran," imbuhnya.
Di sisi lain, operasi drone water spray juga telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila kembali muncul titik api. Khususnya pada kawasan yang sulit dijangkau dari jalur darat.
"Personel gabungan masih kami siagakan di kawasan Blok Savana. Kami juga menyiapkan drone water spray sebagai langkah antisipasi dan penanganan apabila ditemukan kembali titik api," pungkasnya.
