JATIMTIMES – Pengembangan ekosistem usaha hingga pendampingan bagi calon purnabakti didorong untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Program ini tidak hanya mencakup sektor pertanian, usaha komersial, penguatan rantai pasok agroindustri, hingga pembekalan kewirausahaan bagi karyawan menjelang masa pensiun.
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti pada akses pembiayaan, tetapi berkembang menjadi pendampingan yang membuat masyarakat, pelaku usaha, maupun purnabakti tetap produktif dan mandiri.
Baca Juga : DPRD Jatim Dorong Jamu Tradisional Naik Kelas Lewat Raperda Obat Bahan Alam
Program ini merupakan bagian dari sinergi PT Bank Mandiri Taspen dengan PT Petrokimia Gresik melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pelayanan dan jasa perbankan, pengembangan ekosistem bisnis, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM), Rabu (19/8/2026).
Salah satu fokusnya adalah menyiapkan calon purnabakti agar memiliki aktivitas produktif setelah memasuki masa pensiun. Pembekalan prapensiun dan pengembangan kewirausahaan menjadi bagian dari program yang akan dikembangkan.
Saat ini, sekitar 90 persen karyawan Petrokimia Gresik masih berusia di bawah 40 tahun. Sebagian besar diperkirakan baru memasuki masa purnabakti dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.
Selain purnabakti, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan ekosistem agroindustri melalui peluang usaha bagi distributor, retailer, kios nonsubsidi, serta berbagai kegiatan komersial yang dapat memperkuat rantai pasok.
Program pemberdayaan masyarakat melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) juga menjadi salah satu ruang kolaborasi, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen, Noer Fajrieansyah, mengatakan kebutuhan purnabakti tidak hanya sebatas pembiayaan.
Menurutnya, purnabakti juga membutuhkan pendampingan agar tetap produktif setelah memasuki masa pensiun.
"Yang harus dibentuk adalah sebuah ekosistem. Mandiri Taspen fokus pada purnabakti, baik yang memasuki masa pensiun lima, 10 maupun 20 tahun ke depan," ujar Noer Fajrieansyah.
Baca Juga : Polres Gresik Ringkus Residivis Pengedar Sabu, Modalnya dari Hasil Judi Online
Ia menilai kerja sama dengan Petrokimia Gresik dapat memperluas ekosistem tersebut, termasuk melalui pengembangan sektor pertanian dan berbagai peluang usaha yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Pihaknya berharap kesepakatan tersebut segera diwujudkan dalam program nyata dan terukur.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, perusahaan tidak hanya memperhatikan karyawan selama masa kerja, tetapi juga mempersiapkan mereka ketika memasuki masa purnatugas.
"Petrokimia Gresik merupakan mitra strategis. Tidak hanya membangun hubungan bisnis, tetapi bagaimana menciptakan nilai besar bagi perusahaan, karyawan, dan masyarakat," kata Adityo.
Ia berharap kerja sama tersebut berkembang dari layanan perbankan dan persiapan purnatugas menjadi ekosistem bisnis yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Gresik.
