Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Serunya Perjusa MIN 2 Kota Malang Jadi Ajang Latih Karakter Siswa, Ada PBB hingga Tali-temali

Penulis : Irsya Richa - Editor : A Yahya

24 - Aug - 2026, 14:58

Placeholder
Siswa kelas V saat mengikuti Perjusa di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Sebanyak 191 siswa kelas 5 MIN 2 Kota Malang mengikuti Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) sebagai bagian dari kegiatan pembinaan kepramukaan di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Digelar pada (21-22/8/2026), kegiatan tersebut tidak hanya diisi materi kepramukaan, tetapi juga berbagai aktivitas luar ruang untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, kekompakan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Peserta Perjusa merupakan seluruh siswa kelas 5 yang terdiri dari kelas 5A hingga 5F. Selama mengikuti kegiatan, para siswa mendapatkan pengalaman untuk menjalani aktivitas bersama kelompok, menyelesaikan tantangan, hingga belajar bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi selama berada di perkemahan.

a

Koordinator Bidang Kesiswaan MIN 2 Kota Malang, Imam Ahmadi, mengatakan Perjusa dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa agar mereka lebih disiplin dan mandiri.

Baca Juga : Pesta 17-an di Graha Agung Merjosari, Jadi Ajang Anak Rantau Pererat Kebersamaan

“Tujuan utama Perjusa ini adalah memberikan bekal kepada anak-anak agar lebih disiplin, lebih mandiri, kemudian juga mencintai lingkungan. Karena banyak kegiatan yang dilakukan secara outdoor, anak-anak dilatih untuk terbiasa menghadapi berbagai situasi dan menyelesaikan tantangan bersama,” kata Imam, Senin (24/8/2026).

Berbagai kegiatan diberikan kepada siswa, mulai dari latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), halang rintang, tali-temali, hingga jelajah alam. Dalam kegiatan jelajah alam, siswa juga dihadapkan dengan sejumlah sandi yang harus dipecahkan bersama kelompok.

a

Materi PBB meliputi sikap siap, istirahat, penghormatan, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, hingga jalan di tempat. Materi tersebut diberikan untuk membangun kedisiplinan dan membiasakan siswa mengikuti instruksi dengan tertib.

Sementara dalam materi kepramukaan, siswa dikenalkan dengan sandi Morse serta cara membuat dragbar. Setelah mempelajari teori, siswa juga langsung mempraktikkan penggunaan dragbar untuk memandu anggota regu.

Menurut Imam, kegiatan kelompok menjadi bagian penting dalam Perjusa karena siswa tidak bisa menyelesaikan seluruh tantangan secara individu. Mereka dituntut berkomunikasi, saling membantu, dan membagi tugas agar setiap tantangan dapat diselesaikan.

“Di jelajah alam itu ada sandi-sandi yang harus diselesaikan. Di situ diperlukan kekompakan anak-anak untuk menyelesaikan tugas dari masing-masing kelompok. Mereka harus saling membantu dan saling menolong sehingga kedisiplinan dan kemampuan menyelesaikan masalah bisa terbentuk,” jelasnya kepada JatimTIMES.

Selain kemampuan bekerja sama, Perjusa juga dimanfaatkan untuk membiasakan siswa mengurus keperluannya sendiri. Hal-hal sederhana seperti membersihkan perlengkapan setelah makan, menyimpan kembali barang pribadi, serta menjaga barang yang dibawa selama perkemahan menjadi latihan kemandirian.

Baca Juga : Heboh Isu Larangan Kenakan Hijab di Unhan, Ini Klarifikasi Kemhan

Imam menilai pembiasaan tersebut penting karena sebagian anak masih mendapatkan banyak bantuan dari orang tua ketika berada di rumah. Melalui kegiatan perkemahan, siswa diberi kesempatan untuk melakukan berbagai hal secara mandiri.

“Kadang-kadang di rumah anak masih banyak dibantu orang tua karena rasa sayang atau kasihan. Di sini mereka belajar melakukan sendiri, mulai dari menjaga barang miliknya, membersihkan setelah makan, sampai menyimpan dan menggunakan kembali perlengkapannya,” katanya.

Pengalaman bermalam di tenda juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Siswa diajak merasakan suasana yang berbeda dibandingkan kehidupan sehari-hari di rumah.

Kondisi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur sekaligus empati terhadap orang lain yang mungkin tidak memiliki kenyamanan seperti yang mereka rasakan selama ini.

“Anak-anak tidur di tenda dan harus bisa menerima keadaan saat itu. Mereka belajar bahwa tidak setiap orang bisa tidur dan hidup senyaman ketika di rumah. Dari situ kami berharap tumbuh rasa tanggung jawab, kemandirian, dan empati kepada sesama,” terang Imam.

Lewat rangkaian kegiatan tersebut, Perjusa diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan berkemah, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Aktivitas luar ruang, latihan kedisiplinan, kerja kelompok, hingga tanggung jawab terhadap diri sendiri menjadi pengalaman yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.


Topik

Pendidikan min 2 kota malang perjusa perkemahan jumat sabtu imam ahmadi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan