Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Benarkah Ada Susu UHT Khusus Program MBG? Kepala BGN Akhirnya Angkat Bicara

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

21 - Jan - 2026, 15:28

Placeholder
Susu UHT Khusus Program MBG yang kini sedang viral. (Foto X)

JATIMTIMES - Media sosial kembali diramaikan oleh unggahan yang menyebut pemerintah mengeluarkan susu Ultra High Temperature (UHT) khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Postingan tersebut beredar luas di platform X dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Unggahan yang dibagikan akun @bangherwin menampilkan foto kemasan susu UHT berukuran 125 mililiter dengan dominasi warna biru muda. Pada kemasan itu tercantum tulisan “Susu Sekolah”, “Susu Gratis Program MBG”, dan “Tidak Untuk Diperjualbelikan”.

Baca Juga : Heboh Isu Kondisi Darurat Listrik Padam hingga Internet Mati 7 Hari karena Krisis Global, Ini Faktanya

Tak hanya itu, label kemasan juga memuat komposisi susu yang terdiri dari 50 persen susu sapi segar, 49 persen susu rekombinasi, serta penstabil nabati. Informasi lainnya menyebutkan produk tersebut dibuat tanpa bahan pengawet dan dilengkapi rincian kandungan gizi.

Kemunculan kemasan susu tersebut sontak menuai sorotan publik. Banyak warganet mempertanyakan apakah pemerintah benar-benar telah menetapkan susu UHT sebagai bagian dari menu wajib MBG.

Kepala BGN Bantah Adanya Susu UHT Khusus Sekolah

Menanggapi kabar yang beredar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan BGN tidak pernah mengeluarkan kebijakan maupun permintaan terkait pengadaan susu UHT khusus untuk sekolah dalam program MBG.

“Dari sisi BGN, tidak pernah ada kebijakan atau permintaan mengenai susu khusus sekolah,” ujar Dadan, dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Dadan menjelaskan, meskipun susu merupakan salah satu sumber gizi penting bagi anak, susu bukan komponen wajib dalam menu MBG. Pemberian susu hanya dianjurkan di wilayah tertentu yang memang memiliki potensi peternakan sapi lokal.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan untuk melibatkan UMKM setempat sekaligus mendorong roda ekonomi masyarakat di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Beberapa wilayah yang dinilai cocok untuk penyediaan susu lokal antara lain SPPG Cimahi, Metro Lampung, dan Caringin Bogor.

Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa prinsip utama program MBG adalah pemanfaatan pangan segar berbasis sumber daya lokal. Karena itu, menu MBG di setiap daerah dapat berbeda, menyesuaikan dengan kekayaan alam dan kearifan lokal masing-masing wilayah.

Baca Juga : Lama Bungkam, Jule Akhirnya Minta Maaf ke Publik Usai Skandal dan Isu KDRT

“Bahan pangan yang digunakan dalam MBG memang disesuaikan dengan potensi daerah. Itu adalah kebijakan BGN,” jelasnya.

Bagi daerah yang bukan penghasil susu, menu MBG dapat diganti dengan sumber protein dan kalsium lain yang setara secara gizi. Penyusunan menu sendiri dilakukan oleh ahli gizi di setiap SPPG dengan tetap mengacu pada standar komposisi gizi yang telah ditetapkan BGN.

Dadan juga mengungkapkan bahwa banyak pihak yang berinisiatif ingin berpartisipasi dalam program MBG, termasuk melalui produk pangan tertentu. Namun ia kembali menegaskan, BGN tidak pernah meminta atau mengesahkan produk susu khusus sekolah.

Dalam pelaksanaannya, MBG juga memberikan perhatian khusus bagi siswa dengan kondisi tertentu. Anak yang mengalami intoleransi laktosa, alergi makanan, maupun fobia terhadap bahan pangan tertentu akan mendapatkan menu alternatif yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

“MBG memperlakukan kebutuhan khusus. Anak yang alergi atau mengalami lactose intolerance akan diberikan menu yang sesuai,” pungkas Dadan.


Topik

Peristiwa susu mbg susu uht dadan hindayana susu uht gratis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya