Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Soal Pemadaman Listrik PLN, Ferry Irwandi: Negara Kaya Batu Bara Kok Krisis Pasokan?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 15:37

Placeholder
Ilustrasi mati listrik. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah Pulau Jawa memunculkan banyak pertanyaan. Salah satunya datang dari aktivis dan kreator konten Ferry Irwandi yang menyoroti alasan krisis pasokan batu bara yang disebut menjadi salah satu penyebab gangguan kelistrikan.

Menurut Ferry, kondisi tersebut terasa janggal mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen sekaligus eksporter batu bara terbesar di dunia. Karena itu, ia mempertanyakan bagaimana negara yang kaya sumber daya batu bara justru mengalami persoalan pasokan untuk kebutuhan listrik domestik.

Baca Juga : Pemadaman Listrik PLN Bikin Ayam Busuk hingga ASI Meleleh

"Salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia bisa kekurangan batu bara untuk memasok kebutuhan listrik masyarakatnya," tulis Ferry Irwandi melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (21/6/2026).

Ferry menilai persoalan ini bukan terjadi karena cadangan batu bara Indonesia menipis ataupun stok nasional terbatas.

"Bukan karena mineralnya yang kurang, bukan karena sto2knya yang terbatas tapi karena 'friksi ekonomi'," tulisnya.

Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai bentuk ironi yang sulit dipahami. "Inkompetensi yang luar biasa sekali memang," lanjut Ferry.

Kritik itu muncul setelah pemerintah menjelaskan bahwa gangguan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik bukan disebabkan kelangkaan sumber daya, melainkan persoalan ekonomi yang terjadi di sektor pertambangan.

Mengacu pada penjelasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), krisis pasokan batu bara saat ini diduga dipicu oleh apa yang disebut sebagai friksi ekonomi.

Perusahaan tambang disebut semakin enggan menjual batu bara kalori menengah untuk kebutuhan dalam negeri karena harga domestic market obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah sebesar USD 70 per ton dinilai jauh di bawah harga pasar internasional.

Di saat yang sama, biaya produksi tambang terus meningkat. Salah satunya akibat naiknya stripping ratio atau jumlah lapisan tanah penutup yang harus dipindahkan sebelum batu bara dapat ditambang.

Menurut Ferry, penjelasan tersebut masih menyisakan tanda tanya. "Btw yakin pak 'friksi ekonominya' begitu? bukan karena alasan lebih dalam?" tulisnya. "Kita diskusikan saja." imbuh Ferry. 

Selain mempertanyakan penyebab krisis pasokan, Ferry juga menyinggung dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat pemadaman listrik bergilir.

"Pemadaman listrik bergilir ini sudah memberikan kerugian ekonomi yang luar biasa untuk masyarakat Indonesia, termasuk untuk para petani dan peternak. Kerugiannya langsung diderita masyarakat," ujarnya.

Ia bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan banyaknya kasus hukum yang selama ini menggunakan dasar kerugian negara.

Baca Juga : Indonesia Masuk Daftar, Ini 9 Negara ASEAN dengan Persentase Warga yang Mengaku Mudah Marah

"Belakangan kita sering kali mendengar kasus hukum dengan dasar 'tindakan merugikan negara'," tulis Ferry.

"Ditangkap karena keputusan pengadaan, ditangkap karena keputusan investasi, ditangkap karena keputusan atas sebuah aturan.Dengan logika yang sama, menyebabkan kerugian berskala sebesar ini dan langsung kepada masyarakat, apakah bisa punya risiko konsekuensi yang sama?" lanjut Ferry. 

Sebelumnya, PT PLN (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa gangguan pasokan batu bara kalori menengah atau medium range coal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sistem kelistrikan Jawa.

"Pertama-tama kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesarbesarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini," kata Darmawan.

Selain persoalan batu bara, PLN juga menghadapi gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar milik perusahaan listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Kondisi tersebut membuat pasokan daya mengalami tekanan sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah daerah untuk menjaga stabilitas jaringan.

Di akhir keterangannya, Darmawan memastikan PLN bersama Kementerian ESDM terus berupaya mempercepat pasokan batu bara dan memulihkan sistem kelistrikan.

"Untuk itu sekali lagi kami mohon maaf sebesarbesarnya, atas adanya gangguan mengakibatkan pemadaman bergilir di Pulau Jawa. Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan," ucapnya.


Topik

Peristiwa Pemadaman listrik PLN batu bara listrik padam kerugian



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Pacitan Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa